Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-15 08:51:48【Resep Pembaca】662 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(364)
Artikel Terkait
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel
- Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen
- Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia
- Menperin sebut pabrik Lotte bukti RI jadi tujuan investasi global
- Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia
- Bantu ojol, Polres Jakpus dirikan Rakyat Mart dan Rakyat Auto
- 6 gaya hidup anak muda yang diam
- Menteri PANRB pastikan persiapan tata kelola ekosistem pendukung MBG
- Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap
Resep Populer
Rekomendasi

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

SPPG Polri terapkan standar “food safety” untuk program MBG

Kemensos bidik peluang penyandang disabilitas jadi koki SPPG

SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat

Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak

Harga mahal, Bappenas: 40

Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen

Kemensos bidik peluang penyandang disabilitas jadi koki SPPG